Friday, February 1, 2013

ANALISIS PERUBAHAN LABA KOTOR


sumber gambar google
Perubahan dalam laba kotor (gross profit) perlu dianalisa untuk mengetahui sebab- sebab perubahan tersebut, baik perubahan yang menguntungkan (kenaikan) maupun perubahan yang merugikan (penurunan).

Pada dasarnya perubahan laba kotor itu disebabkan oleh 2 faktor yaitu :
Faktor Penjualan
Faktor Harga PokokPenjualan
            Laba kotor = Penjualan – HPP


 Hasil penjualan dapat disebabkan oleh :
a.  Perubahan  harga jual persatuan produk
b.  Perubahan kuantitas  atau volume produk yang dijual/dihasilkan.


Perubahan Harga Pokok Penjualan dapat disebabkan :
Perubahan harga pokok rata-rata persatuan
 Perubahan kuantitas atau volume produk yang dijual.

 4 Faktor  Penyebab Perubahan Laba Kotor
Perubahan Harga Jual (Sales Price Variance)

Perubahan harga jual yaitu adanya perubahan antara harga jual yang sesungguhnya dengan harga jual yang dibudgetkan atau harga jual tahun sebelumnya.

Rumus:      (HJ2 – HJ1)K2


Keterangan:
HJ1 = Harga jual per satuan produk yang dibudgetkan atau tahun sebelumnya.
HJ2 = Harga jual per satuan produk yang sesungguhnya.
K2 = Kuantitas atau volume produk yang sesungguhnya dijual


Apabila (HJ2 –HJ1) menunjukan angka positif berarti ada kenaikan harga, menguntungkan. Sebaliknya bila (hj2-hj1) negatif berarti ada penurunan harga jual dan menunjukan keadaan yang merugikan.


Perubahan Kwantitas produk yang dijual (sales volume variance).

Perubahan kuantitas produk yang dijual yaitu adanya perbedaan antara kuantitas produk yang direncanakan/tahun sebelumnya dengan kuantitas produk yang sesungguhnya dijual (direalisir).

Rumus:    (K2 – K1) HJ1


Keterangan:
K2 = Kuantitas penjualan sesungguhnya
K1 = Kuantitas penjualan yang dibudgetkan atau tahun sebelumnya.
HJ 1= Harga jual per satuan produk yang dibudgetkan (tahun sebelumnya)


Bila (K2 –K1) menghasilkan angka positif berarti adanya peningkatan penjualan, menguntungkan. Bila (K2 – K1) negatif menunjukan adanya penurunan kuantitas penjualan, merugikan


Perubahan Harga Pokok Penjualan per satuan produk (cost price variance)

Perubahan Harga Pokok Penjualan Persatuan Yaitu adanya perbedaan antara harga pokok penjualan per satuan produk menurut budget atau tahun sebelumnya dengan harga pokok yang sesungguhnya.

Rumus:            (HPP2 – HPP1) K2


Keterangan:
HPP2 = HPP yang sesungguhnya
HPP1 = HPP menurut budget atau tahun sebelumnya.
K2 = Kuantitas produk yang sesungguhnya dijual.


Bila (HPP2 – HPP1) = positif, ada kenaikan biaya (HPP) artinya merugikan.  Sebaliknya bila (HPP2 – HPP1) negatif menguntungkan


Perubahan kwantitas harga Pokok penjualan (cost volume variance)

Yaitu adanya perubahan harga pokok penjualan karena adanya perubahan kwantitas/volume yang dijual atau yang diproduksi.

Rumus:            (K2 – K1) HPP1


Keterangan:
K2 = kuantitas produk yang sesungguhnya dijual/dihasilkan.
K1 = Kuantitas produk menurut bdget (tahun sebelumnya).
HPP1 = HPP persatuan barang menurut budget


Bila (K2 – K1) = positif, maka akan merugikan. Sebaliknya bila (K2 – K1) = negatif, maka akan menguntungkan.



Contoh:

tahun
2008
2009
perubahan
Penjualan netto
Rp    200 000
Rp      253 000
Rp       53 000
H P P
 Rp    150 000
 Rp      181 125
 Rp      31 125
Laba Kotor
Rp     50 000
Rp      71 875
Rp     21 875
Kuantitas terjual
1000
1150
150
Harga jual persatuan
Rp       200
Rp        220
Rp      20
Harga pokok persatuan
Rp        150
Rp        157,50
Rp        7,50


Perhitungan:

1. Perubahan harga jual
       (HJ2 – HJ1) K2
(Rp 220 – Rp200) 1150 = Rp 23 000 (laba)

2. Perubahan Kwantitas terjual
(K2 – K1) HJ1
(1150 - 1000) Rp 200  = Rp 30 000 (laba)

3. Perubahan HPP
 (HPP2 – HPP1) K2
 (Rp 157,50 – Rp 150) 1150 =Rp 8625 (rugi)

4. Perubahan Kuantitas HPP
 (K2 – K1) HPP1
(1150       – 1000) Rp 150 = Rp 22 500 (rugi)


Laporan Perubahan Laba kotor

Kenaikan penjualan disebabkan :
1. Kenaikan harga jual              Rp 23 000
2. Kenaikan kuantitas penjualan     Rp 30 000 +
                                                    Rp 53 000
Kenaikan HPP disebabkan :
1.Kenaikan Hp persatuan produk     Rp 8 625
2.Kenaikan Kuantitas HPP           Rp 22 500 +
             jumlah                                 Rp 31.125 -
Kenaikan laba kotor                                 Rp 21 875

Write by : Siti Rismaini

No comments:

Post a Comment