Pages

Sunday, December 30, 2012

Ular Raksasa Mata Besar Part II

Setelah lelah mencari akhirnya si bungsu duduk di sebatang pohon menunggu saudaranya yang sembunyi, si bungsu sedih dan khawatir kalau kakaknya di terkam binatang buas. Malam makin larut dan semakin gelap. Putri bungsu pun tertidur diatas pohon yang dia duduki.

Sumber Gambar Google Image
Sesampainya si sulung dan si tengah di istana mereka berpura menangis dan bersedih menyampaikan ayah mereka kalau si bungsu di makan oleh ular raksa yang bermata besar,
rajapun bersedih dan menyalahkan si putri sulung dan putri tengah atas semua yang terjadi, tapi malang tak dapat di tolak nasi sudah jadi bubur raja mencoba ikhlas dengan semua yang terjadi terhadap putrinya.

Keesok harinya putri bungsu di kagetkan di depan dia ada seekor ular mata besar lagi  memandangnya pas di depan dia dangan badannya melilit di pohon
Putri bungsu       : “AAAAAAAAA…... Tidakkkkkkkkk (berteriak sambil menutup matanya)”

Ular mata besar : “……………..”

Putri bungsu      : “pergi………...!!!!”

Ular mata besar : “Kamu kenapa ?. bukankah kamu mau menikah denganku ?”

Putri bungsu      : “kok kamu bisa berbicara ?.(putri bungsu heran)”

Ular mata besar : “maafkan sebelumnya putri bungsu sudah mengagetkanmu. Sebenarnya saya ini adalah seorang pangeran dari kerjaan matahari, tapi saya telah membunuh anak ular mata besar jadi saya di kutuk sama siluman ular itu maka saya jadi begini. Waktu saya mendengar ada orang berbica ingin menikah denganku saya bahagia karna kutukan ini hanya bisa hilang kalau saya menikah orang yang mencintai saya dengan tulus. Apakah kamu serius pengen menikah denganku ?”

Putri bungsu      : “ooo… jadi begitu ya ?, saya serius, waktu itu saya bermimpi saya akan menikah sama sekor ular untuk menyelamati kerjaan yang di pimpin ayahanda saya. Karna saya tidak mau kerjaan kami hancur karna mala petaka itu maka saya mengatakan seperti itu”

Ular mata besar : “sungguh mulia hatimu putri bungsu. Ah ya kamu kenapa sedih ?.”

Putri bungsu      : “saya sedih karna kakakku hilang tak tahu rimba, saya takut mereka di terkam binatang buas hutan ini. Oh ya ?. Maaf sebelumnya  saya panggil nama kamu siapa ?”

Ular mata besar : “terserah kamu putri bungsu mau panggil saya apa saja, pangeran bisa ular juga boleh. Kamu jangan bersedih putri bungsu kakak kamu si tengah dan si sulung itu jahat sama kamu, mereka bukan di terkam binatang buasa tapi mereka sengaja meninggalkan kamu di sini karna mereka takut permintaanmu dikabuli sama ayahandamu, jadi mereka susun rencana untuk menyingkirkanmu dari istana”

Putri bungsu      : “Alhamdulillah mereka tidak apa-apa. Terimkasih infonya pangeran.

Ular mata besar : “sungguh mulia hatimu putri bungsu kamu masih memikirkan mereka padahal mereka sudah jahat sama kamu. Oh ya putrid bungsu, apakah kamu lapar ?. itu sudah saya siapkan makan untuk kamu makan”

Putri bungsu      : “semua kejahatan tidak boleh dibalas sama kejahatan pangeran. Terimakasih pangeran kebetulan saya lapar juga”

Putri bungsupun berjalan ke tempat makan yang telah di sediakan oleh pangeran dengan lahap. Setiap hari ular mata besar melayani  putri. Putri bungsu bahagia bersama ular mata besar tapi lama-lama dia rindu sama suasana dirumahnya dan keluarganya terutama ayahnya. Dia duduk sambil melamun waktu melamun ular mata besar menghapiranya

Ular mata besar : “putri bungsu kamu kenapa ?”

Putri bungsu      : “pangeran saya rindu sama keluarga saya ?”

Ular mata besar : “kenapa begitu ?. apa kamu tidak bahagia sama saya ?”

Putri bungsu      : “bukan begitu pangeran ?. saya takut ayah saya khawatir sama saya “

Ular mata besar : “kalau begitu baiklah putri saya akan antar kamu ke istana biar kita cepat menikah juga dan bisa menghilangkan kutukanku ini, tapi saya harus memberi pelajaran dulu sama kakakmu”

Putri bungsu      : “kamu mau ngapain ?”

Ular mata besar : “kamu diam saja sini, kamu akan tahu nantinya”

Bersambung....

No comments:

Post a Comment