Pages

Wednesday, January 23, 2013

Lose Navigation Part III (26-04-10 " Tuhan… Seharusnya  aku yang tidak lulus, bukan dia " I)


sumber gambar : google dan edit
Roda zaman menggilas umat, terseret tertatih-tatih, hari, bulan pun silih berganti. Hari ini 26 April 2010, hari yang menentukan masa depan seluruh pelajar Indonesia, hari ini pengumuman hasil Ujian Nasional. Aku dan kawan-kawan dari malamnya udah berkumpul disalah satu rumah temanku, kami berdoa bersama agar semua nya lulus. Pagi-pagi sekali kami sudah hadir disekolah, padahal kami sudah tahu jadwal pengumuman nya jam 4 sore, hari itu tidak  ada satu pun aku melihat wajah yang tersenyum,
semua penuh tanda tanya, penuh kekhawatiran , dan kegalauan.

Kami pun seperti photo model, ada yang duduk termenung, ada yang berdiri dengan gaya masing-masing, ada yang seperti fhasionshow bolak-balik terus, ada yang sholat dan berdoa di musholla. Dan aku sendiri sibuk dengan bisnisku, apalagi kalau bukan telfonan sama iboy, “ yc, tar sore jam 4 iboy main bola lagi, doain tim iboy menang ya yc.”  “ iya yc, maaf ya cha ga bisa hadir .“  “ ga pa2 kok yc, semoga yc lulus ya dgn hasil yang bagus, jangan takut, semua pasti akan baik-baik saja, yakin aja kalian pasti lulus semua “..bla bla bla bla.

Cinderella harus segera pulang , jam sudah menunjukkan hampir jam 4, karena waktunya pelajar SMANSA KEPENUHAN yang datang. Dag dig dug seeeeerrr, semakin kencang dadigdugserr, tulangku mulai bergoyang ala samba, darahku mengalir tak mau kalah seperti lahar dingin, tubuhku serasa mau meronggeng, tuhaaaaaaaaaaann apa sebenarnya yang terjadi pada diriku, aku tidak sanggup, sungguh aku tidak mampu.

Teng, teng, teng, teeeng... tanda semua murid kelas XII berkumpul dilapangan dengan raut wajah yang hampa, pandangan yang lurus kedepan, mungkin remote rate kiri - kanan nya rusak.

Aku pun berlari, berlaari, luka dan perih akan kubawa mati, mataku langsung tertuju pada satu titik, barisan shaf didepan kosong, aku lirik kekanan, lirik kekiri, perlahan melangkah menghindari musuh, jari-jari kaki menari ditanah menuju titik tersebut, tangan memegang senjata putih, sandal baru kawan, jadi sayang kalau kotor. Aku berdiri dengan sikap sempurna dishaf paling depan.

Mataku mencoba melirik kiri dan kanan, aku tidak melihat siapa-siapa, tuhaaaaaaaaaaaaaaan dimana aku sekarang ? kemana umat-umat didunia ini, aku tidak sanggup hidup sendiri, untuk apa aku hidup sendiri, cabut nyawaku tuhaaan. “ cha, woy duduk . . ngapain kamu berdiri sendiri, orang semuanya pada disuruh duduk .“ Terimakasih tuhan, mereka kembali lagi padaku. Mulai deeh lebaaay.

Assalamualaikum warohmatullah wabarokatuh.... cord group menjawab waalaikumsalam warohmatullah wabarookaaaaaatuuuuuuh. Anak-anak kami semuanya hari ini adalah pengumuman kelulusan, pihak guru berharap kalian bijak dalam berfikir, apapun hasilnya kalian harus berjiwa besar, tidak ada yang gagal, namun belum berhasil, bla bla bla bla bla, pak President tercinta kami lagi pidato. Aku pandang dengan pasti, ketika kau berbicara, dirimu sungguh menarik hati, biarkan aku menatap wajah itu, sembari perasaanku yang menggebu tiada henti, aku jadi pelopor menyusuri ruang mata, yang tak dapat dibaca. “ Kamu lagi nyanyi ya cha ??” kata temenku. Suasana pun semakin mengharukan, “ tidaaaaaaaaaaaaaak, aku tidak bisa terima kenyataan ini, “  aku mendengar jeritan itu, disamping kananku “ ya, allah mungkin ini yang terbaik untukku,” padahal hasil kelulusan belum dibagikan, ternyata banyak yang lebay di dunia ini, aku punya saingan baru.

Anak-anak ku, kami akan membagikan amplop ini, didalam amplop ini yang akan menjawab kekhawatiran kalian selama ini.

“ aku luluuuuuuuuuuuuuussss ,” mendengar temanku teriak lulus, aku semakin tidak berani membuka amplop punya ku, “ Tuhan ini tidak adil, ibuuuuuuuuuuuuuuuuuuu, ini tidak adil, ini tidak adil “. Jeritan tangisan yang histeris itu menggodaku untuk mendekatinya, astaghfirullah

Bersambung….
write by : Annisa

No comments:

Post a Comment