Pages

Monday, December 31, 2012

Ular Raksasa Mata Besar Part III (Ending)

Sumber Gambar Google
Keesokan harinya kerjaan di kagetkan dengan kehadiran seokar ular raksa yang mencari putri bungsu. Semua rakyat dan penghuni kerajaan panik begitu pula dengan kakak-kakak si bungsu. Keesokan harinya ular mata besar datang lagi ke istana dengan rupa manusia juga menanyakan keberadaan putri bungsu kakak putri bungsu sampai suka sama ular mata besar itu. Kejadia itu terus berulang selama satu minggu pada hari ke delapan pangeran itu datang bersama putri bungsu semua penguhi istana kaget
senang karna si bungsu masih hidup dan kakak putri bungsu juga kaget karna ketakutan

Raja                       : “putriku kamu tidak apa-apa ?. Ke mana saja kamu kenapa tidak pulang ?. Kata kakakmu kamu dimakan binatang buas di hutan

Pangeran             : “maaf sebelumnya sebenarnya saya ini. (pangeran tersebut merubah diri menjadi ular raksa yang bermata besar dan dia menceritakan apa yang di lakukan si tengah dan si sulung terhadap si bungsu dan dia menceritak tentang maksud dia ingin melamar putri bungsu supaya kutukannya  lepaskan)

Raja                       : “(mendengar yang di beritahukan pengeran tersebut raja murka). Putri tengah, putri sulung ke sini..(sambil berteriak)”

Dari balik tembok kedua kakak si bungsu keluar dan duduk dekat mereka duduk dengan ketakutan karna berbuatan mereka telah ketahuan

Raja                       : “apa betul apa yang dikatakan ular ini tadi bungsu ?’

Putri bungsu      : “iya ayahanda, tapi tidak apa-apa soal kakanda-kakanda aku ini tidak salah sepenuhnya. Itu juga salah saya karna saya meminta yang aneh-aneh sama ayahanda. Kan siapun pasti takut sama ular yang kayak gini (sambil merangkul sipangeran yang sudah menjadi ular mata besar)”

Raja                       : “tidak boleh begitu bagaimanapun juga mereka salah, sudah membahayakan hidupmu putriku dan mereka juga berbohong sama ayahanda”

Putri bungsu      : “ ayahanda tidak usah mempermasalahkan itu buktinya saya masih hidup sampai sekarang dan ayahanda juga pernah bilang ke putri kalau kita itu harus saling memaafkan tuhannya saja member maaf kepada hambanya yang mau tobat masa kita hanya manusia tidak mau maafkan orang ayanda"

Raja                       : “sungguh mulia hatimu putriku. Dengar itu putri tengah dan putri sulung kamu jangan pernah melakukan itu lagi. Kamu harus berterimaksih kepad adindamu itu kalau bukan permintaan dia kalian berdua pasti saya udah hukum. Karna kamu udah merawat putriku pangeran saya mengijinkan kamu menikah dengan putriku"

Si suling dan si tengah menangis dan minta maaf ke putri bungsu dan dengan senang hati putri memaafkan kakaknya  itu. Keesokan harinya orang istana mengumumkan ke warga akan mengadakan pesta pernikahan putri bungsu. Semua persiapan untuk pernikahan udah disiapkan acaranya di lakukan dengan meriah Semua warga hadir menyaksikan perkawinan putri bungsu.
Pesta pernikahan akan segera di mulai semua warga sudah berkumpul mau menyaksikan pernikahan putri bungsu. Waktu putri bungsu keluar semua warga kaget ternyata putri bungsu keluar sama seekor ular besar yang bemata besar dan semua warga tertawa sewaktu warga itu tertawa ular yang bersama putri berubah menjadi seorang pria yang tampan dan wargapun makin kaget dan tertegu melihat kejadia tersebut. Pernikahan pun berlangsung sangat meriah.
Keesokan harinya setelah pesta pernikahan selesai. Putri tengah dan putri sulung pun menyusun rencana pergi kehutan ingin menemukan ular mata besar untuk di jadikan suaminya karna mereka juga ingin mendapat suami yang setampan seperti putri bungsu. Sesampai mereka di hutan mereka bermain-main hingga sore menjelang malam

Putri tengah : “kakanda apa kita akan berhasil mendapatkan suami kayak putri bungsu”

Putri sulung : “santai saja adinda, sabar saja mana tahu masih ada”

Berjam-jam mereka menunggu tidak lama datang dua ekor ular mata besar dan mereka senang, tapi kesenangan mereka tidak berlangsung lama ternyata ular itu bukanlah pangeran ataupun jelmaan manusia ternyata mereka siluman yang mengutuk pangeran matahari. Si sulang dan si tengah malah dimakan oleh ular tersebut. Kematian si tengah dan si sulung membuat si bungsu bersedih hati.

Pangeran : “istriku kamu kenapa bersedih ?”

Putri bungsu : “saya sedih karena kakak-kakakku sudah tidak ada”

Pangeran :” jangan sedih putri. Kan sebentar lagi kita harus pergi ke kerajaan matahari untuk bertemu orang tuaku”

Putri bungsu : “iya pangeran, tapi saya tidak bisa membohong perasaan saya ini, karna mayat kakak saya tidak bisa di kuburkan karena mayat mereka tidak ada”

Pangeran : “kalau buat istriku ini sedih, besdok saya akan mencoba membunuh ular itu dan mengambil mayat kakak-kakakmu istriku”

Putri bungsu : “jangan suamiku… Itukan bahaya ( putrid bungsu melarang suaminya”

Pangeran : “tidak apa istriku saya yakin saya bias dan saya ingin buat kamu tersenyum dan bahagia lagi”

Dengan bujuk rayu pangeran tersebut akhirnya diijinkan pergi kehutan untuk melawan ular mata besar dan mengambil mayat yang ada dalam perut ular tersebut. Sesampai di hutan pangeran bertemu dengan ular tersebut dan dia berkelahi dengan ular tersebut, setelah berhasil membunuh seekor ular besar itu dia pun senang dan membuka perut ular tersebut tapi sebelum dia selesai membuka perut ular tersebut, datang satu ekor ular mata besar lagi dengan sisa kekuatan yang dia miliki dia juga berhasil membunuh ular tersebut. Setelah memastikan tidak ada lagi ular mata besar dia pun membelah perut ular tersebut dan mengambil dua mayat kakak istrinya dan membawanya pulang untuk di kuburkan.

Setelah selesai acara pemakaman si sulung dan si tengah pangeran pun mengajak putri bungsu pergi ke kerajaan matahari. Di kerajaan matahari mereka melaksanakan pesta selama 7 hari 7 malam sebagai penyambutan pangeran dan merayakan pernikahaan pengeran satu-satunya itu. setelah pernikahan itu mereka memperoleh putra yang sangat tampan yang menambah kebahagian mereka.

No comments:

Post a Comment